Senin, 14 Juli 2008

Aku bangga dengan anak2ku

Hari pertama ke sekolah!!! Hari yang sangat luar biasa, Luhde bangun tanpa dibangunkan dan bahkan dia yang bangunin kita semua. Aku terbangun dan melirik jam didinding kamar..baru jam 05.15 pagi…males banget, tapi hati ini berontak melihat semangat Luhde dan Dena yang sudah mulai teriak-teriak diruang tamu mempersiapkan hari sekolah pertamanya. Sekarang Luhde kelas 3 SD, Dena kelas 1 SD dan Nyoman TK kecil (kalau Nyoman yang ngomong dia selalu mengekspresikan kecil dengan menyatukan jempol dan telunjuknya dan mimic rupa meyakinkan bahwa itu benar-benar kecil he..he..he…lucu sekali) dan dia masih tidur.

Luhde semangat itu hal yang biasa, tapi Dena semangat itu hal yang luar biasa. Mengapa? Karena waktu taman kanak-kanak dulu dia paling males banget sekolah dan belajar, tapi sekarang bahkan saat liburan dia sudah belajar membaca dan katanya dia sudah nggak sabar pengen segera masuk SD!!! Thanks God!!!

Setelah sarapan nasi telor sayur terik dan kering tempe, kita berangkat. Dena dan Luhde bonceng belakang. Sampai di SD Don Bosco, Dena terlihat kucel banget rambutnya, menurutku dia seharusnya dikuncir satu atau dua ke belakang biar rapi, Luhde langsung ceria bareng temanya dan Dena…she is taft!!! Tanpa malu dia berjalan kedalam sekolah, memang aku gandeng, tapi terlihat tidak ada rasa ragu sedikitpun! Setelah masuk kelas Dena dapat duduk di barisan nomor dua, karena dia memang maunya duduk depan!!! Nah..ini yang membuat aku banga, anak-anaku semuanya pengen duduk didepan nggak kayak bapaknya dulu maunya duduk belakang terus, tapi sekarang bapaknya sudah berubah, maunya depan terus juga, khan “leading by example!”.

Sang Hyang Widhi..terima kasih atas diberikannya anak-anak yang luar biasa, yang pemberani dan mau belajar. Ada kabar dari Yosie, katanya Nyoman juga berani, nggak nangis saat ditinggal…Om Canti Canti Canti Om.

Minggu, 22 Juni 2008

Tumpek Landep

Sabtu malam kemarin kita sekeluarga bersembahyang bersama di Pura Giri Natha, Semarang. Darma wacana yang dibawakan oleh Bp. Agung Darmaja selalu menjadikan bagian yang kami (aku & yosie) nantikan.

Ada hal baru yang sangat menarik, yaitu tentang makna dari hari Tumpek Landep. Pengertian kami yang kami dapat dari penjelasan saudara dan kawan selama ini adalah hari dimana kami mensucikan, dalam artian membersihkan barang-barang yang terbuat dari besi. Kalau jaman dulu benda tersebut adalah berupa benda/senjata tajam seperti pedang, keris, tombak dll. Dan kemudian berkembang ke mobil, sepeda, sepeda bermotor dll. Di dalam hati kami selama ini ritual yang kami lakukan adalah membersihkan sepeda motor, mobil dan sepeda, dan kemarinpun kami lupa. Kemudian menempatkan sesaji di kendaraan tersebut sebagai perlambang terima kasih atas segala sesuatu yang terjadi atasa bantuan dari kendaraan tersebut. Namun pak Agung menambahkan satu hal yang sangat ‘kena’ di hati kami. Bahwa menajamkan senjata dan membersihkan kendaraan saja tidak cukup!! Tapi kita juga harus menajamkan dan membersihkan hati kita!! Dengan bersembahyang, dengan selalu ‘eling’ saat dan sebelum mengendarai kendaraan. Saat sebelum berkendara kita berdoa atau mungkin saat berkendara kita menyenandungkan mantram Gayatri.

Sekali lagi kami disadarkan, bahwa hati kita perlu dijaga, perlu ditajamkan, perlu dilatih, perlu disirami dan perlu…banyak hal yang menjadikannya lebih baik.

Terima kasih Sang Hyang Widhi….

Sabtu, 21 Juni 2008

Black out di jatingaleh

Pengalaman yang semoga tidak terulang lagi. Setelah makan bareng teman-teman dan pak Wargo di paparons pizza, jam 20.00 aku langsung gowes pulang lewat tanjakan siranda, sultan agung dan naik ke jatingaleh. Nafas ngos2an banget dan aku tetap mencoba untuk gowes pelan dan berirama. Sebelum tanjakan gombel aku putuskan beritirahat dan beli air mineral. Saat mengeluarkan uang dari dompet dengan nafas masih tersengal tiba-tiba kepala mulai berputar dan perut mual rasanya pengen mutah dan pening. Aku langsung duduk di trotoar, mengatur nafas tapi gagal, kepala tambah pening dan perut tambah mual tapi nggak bisa mutah, akhirnya aku ‘ndlosor’ meluruskan kaki di aspal dan bersandar di trotoar, sampai akhirnya ‘gelap!” gawat ini. Tapi luar biasa berkat Sang Hyang Widhi, dalam keadaan black out aku masih bisa ingat bahwa aku besok minggu harus jadi tour leader buat kawan-kawan b2w ke rute kalikayen (mungkin pikiran itu yang membuat aku tidak bablas pingsan) Akhirnya seorang laki-laki gondrong (namanya mas Supri) menawarkan teh manis panas kepadaku. Setelah minum teh manis panas kondisi berangsur pulih, dan setelah setengah jam istirahat aku lanjutkan pulang melewati tanjakan gombel dan akhirnya sampai dirumah dengan selamat.

Pelajaran buat aku :

1. Jangan memaksa berlebihan (istirahat bila capek).

2. Jangan pernah lupakan air (agar tidak dehidrasi).

3. Segera buat gelang (digrafir nama dan telpon rumah), siapa tahu diperlukan saat kita pingsan.

4. Pinter-pinter ngatur irama saat nanjak, dan lebih sering latihan, seperti kata pepatah “semua bisa karena sering”

Dan aku yakin bahwa setelah ini secara fisik aku pasti naik kelas, semoga. Besok minggu kita coba jalur kalikayen bareng teman-teman.

Rabu, 11 Juni 2008

B2W YANG PERTAMA

Biasanya aku bangun pagi jam 5 trus gowes bareng anak-anak atau sendirian, tapi tadi pagi kesiangan, bangunnya jam 6 dan parahnya tetep pengen naik sepeda. “Mengapa nggak B2W saja? Pikiran itu melintas begitu saja dikepala. Tapi khan jauh, kira-kira 25km kalau plus baliknya ya 50km. Tapi….ah masa bodo, aku langsung nelpon pak wargo yang udah biasa b2w mengenai waktu tempuh, dan dikonfirmasi bahwa waktu tempuh untuk jarak segitu kira-kira maximal 1,5 jam. Ya udah langsung aku ngomong ke permaisuri dan ganti pakaian, gowes dah ke kantor.

Ternyata setelah gowes, hilang semua perasaan ragu, yang ada seneng, berangkat kerja kayak mau berangkat touring saja. Jalurnya sukun banyumanik - turun gombel – sultan agung – turun S. parman – pamularsih –jrakah trus “bonus” terakhir nanjak yang bikin ngos-ngosan yaitu tambak aji, sampai dah di PT. ScanCom tempat aku kerja. Total waktu tempuh adalah 1 jam 15 menit.

Sekarang pulangnya. Langit mendung di daerah timur, dan luar biasanya kaos dan celana yang tadi pagi ken kringet lupa aku jemur langsung aku masukan tas dan sekarang harus aku pakai lagi!!! ampyuuunnn deh..baunya, but show must go on!!

Jalur pulang selepas kalibanteng, pamularsih dan hujan!!! berteduh kira-kira 2 jam sambil makan dan ngeteh di warteg, akhirnya nggak tahan setelah lihat bapak tua pake sepeda jengki nekat hujan-hujanan, malu!!!! yang muda kok 'ngiyup' (jawanya berteduh). lanjut gowesnya ke arah sampangan naik papandayan (yang 1/4 terakhir TTB) bablas terus sampai deicegat om Suryo (b2w semarang) trus genjot sultan agung, gombel dan akhirnya sampai di rumah.

Pengennya, seminggu sekali b2w, enak, seger dan…pokoknya enak. Pegel nggak?? Ya jelas pegel, tapi enak dan sehat!!!

Terima kasih buat pak Wargo dan teman-teman b2w chapter semarang atas inspirasinya.

Minggu, 25 Mei 2008

Masalah = Emasnya Allah

Kemarin hari minggu seorang sahabat dari Jakarta mengatakan kepada kami bahwa saat kita menemui masalah, seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur. Kalimat itu bagi kami sudah sering sekali kami dengar, kami sering praktekan dan juga sering kami lupakan, hanya saja sahabat kami kemarin mengatakan bahwa salah satu dari kepanjangan kata masalah adalah ‘emasnya Allah’, menarik! Seperti sekolah katanya, saat kita SD kita sering menggerutu saat mencongak, tambah-tambahan dan perkalian terasa susahnya minta ampun, namu saat kita lulus dan duduk dibangku kuliah atau mungkin sekarang kita sudah sama sekali tidak merasakan sulitnya tambah-tambahan dan perkalian. Artinya? Dulu kita tidak menyadari bahwa kita bakalan mendapatkan ‘emasnya’ pertambahan dan perkalian, baru sekarang kita menyadari bahwa kita memerlukan ‘masalah pertambahan dan perkalian’ itu untuk menjadi seseorang seperti kita sekarang ini, nggak bisa dibayangkan bagaimana kalau dulu kita dari masalah itu dan sampai sekarang kita tidak bisa pertambahan dan perkalian (jangan dibayangkan nanti stress he..he..he..)

Setelah sahabat kami selesai menjelaskan tentang emas Allah tersebut aku mulai berpikir, apakah aku berani merubah doaku, dari ‘jauhkanlah aku dari segala masalah’ menjadi berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi segala masalah agar aku menjadi lebih baik karena untuk menjadi lebih baik kita harus diasah, diasah dengan masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari. Dan aku memutuskan bahwa aku aku berani, karena aku mau menjadi manusia yang lebih baik setiap hari dan menyiapkan diri untuk belajar menghadapi masalah yang akan datang.

' Kebahagiaan di dalam Diri ! '

Ketenangan, kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian yang selama ini Anda dambakan, tidak dapat diperoleh dari luar. Anda harus meniti jalan ke dalam diri.

Dikutip dari “Seni Memberdaya Diri 1 Meditasi & Neo Zen Reiki hal 61”

Jumat, 09 Mei 2008

Wayan dari seberang (Bag. 8)

BEDUGUL “DÉJÀ VU”

Wayan.

Baru jam sebelas pagi, suasana Bedugul sungguh membuatku merasa damai hingga aku memutuskan untuk tinggal beberapa malam disini, Dan ini adalah hari ke empat. Tempat yang paling aku sukai adalah restoran terapung dipinggir danau dan aku sangat menyukai susu coklat panas yang mereka buatkan untuku setiap aku duduk di meja paling pinggir yang membuatku tinggal menjulurkan kepalaku untuk melihat air danau di bawah. Hari berlalu dan kuhabiskan waktuku untuk bergaul dan berbicara dengan masyarakat sekitar, mulai dari tukang sapu, juru parker, pramusaji restoran, penjaga dan pemilik artshop, pokoknya siapapun mereka yang aku temui dan berkesempatan untuk berbicara, aku akan berbicara. Hal-hal yang aku tanyakan adalah tentang optimism mereka terhadap perkembangan pariwisata yang lamban akhir-akhir ini. Dari mereka, ada yang positif, ada pula yang negative, semua aku terima, dan aku tidak pernah menyalahkan pendapat mereka. Dari hasil wawancara hari ini biasanya aku buat untuk tulisan keesokan harinya untuk bahan nulis blogku yang punya judul “Bali masih sehat, dan Bali akan sehat”. Setiap pagi setelah sarapan aku langsung meluncur ke restoran terapung ini dan menulis sampai siang kadang sampai sore disana. Aku jatuh cinta pada Bedugul, pada kabutnya yang tipis disiang hari, pada panas terik yang didinginkan oleh angin serta hujan rintik, dan pada gadis bergaun putih yang sering hadir dalam mimpiku.

Dayu, Steve dan Jenifer

“Dayu, you should get one Balinesse handsome boy to join” kata Jenifer

“Nanti aku pasti dapat” teriak Dayu melawan suara angin dan mesin VW safari terbuka milik Jenifer yang dikendarai Arya.

“Where”

“Nanti di Bedugul.ha..ha..ha..”

“Ok”

Mereka bertiga cukup sering pergi mengunjungi tempat-tempat menarik di Bali saat weekend seperti Bedugul, Batur, Ubud, Besakih. Arya sangat suka sekali fotografi dan Jenifer serta Dayu adalah 2 model tetapnya. Mereka berdua selalu melayani permintaan Arya yang aneh-aneh. Satu-satunya permintaan Arya yang tidak mereka penuhi adalah untuk difoto telanjang bulat. Kata mereka “In your dream Arya!!”

VW safari memasuki parkiran danau Bedugul, dan mereka turun untuk makan siang di restoran terapung favorit mereka. Dan mereka memilih meja favorit yaitu meja paling pinggir dekat danau selisih tiga meja dengan seorang pemuda yang sedang bercinta dengan laptopnya.

Pertemuan di alam lain.

“Dayu, Jenifer, aku ingin sekali melukis speedboat yang sedang meluncur dengan latar belakang parkiran boat di dermaga sebelah sana”

“Ok, nanti setelah makan kita kesana”

Mereka menjulurkan kaki merenggangkan badan dan menarik nafas dalam-dalam seolah-olah sebentar lagi oksigen akan habis didunia ini.

“Oh segar sekali” kata Jenifer.

“Hey Dayu, ngapain kamu terus lihat orang itu?”

“Kelihatannya aku pernah bertemu dengannya Arya”

“He’s handsome Dayu”

“Yes, he is”

“And cool”

“Yes he is”

Lalu pemuda itu menutup laptopnya, memasukan ke dalam backpacknya dan berdiri berjalan kearah mejad Arya, dayu dan Jenifer.

“Oh..my God..he’s coming here Dayu..”kata Jenifer menggoda

“Yes, he is”

Arya tahu bahwa Dayu terpana, diberinya kesempatan Dayu untuk terpana. Karena ini adalah sesuatu yang Dayu hampir tidak pernah perlihatkan pada teman-temannya, Dayu orang yang sangat perhatian dengan sikapnya.

Wayan berjalan melewati Dayu dan hanya melirik sebentar dan matanya bertemu dengan mata Dayu. Jantung Dayu berdegup keras sekali, tangannya meremas-remas tissue makan yang ada dimeja, bibirnya tak sanggup untuk tersenyum lebar, ujungnya hanya bisa dia tarik sedikit. Belum pernah aku lihat laki-laki setenang dia.

Wayan sendiri tidak merasakan apa-apa saat matanya bertatapan dengan Dayu, baru setelah melewati tatapan mata Dayu dia merasa ada sesuatu yang tertinggal, dan dia sendiri bingung apa yang yang sebenarnya yang dia rasakan, dan dia memutuskan untuk memalingkan wajah untuk melihat lagi apa yang baru saja dilihatnya. Dan dua pasang mata itu bertemu lagi. Pikirannya seperti dihentakan oleh sesuatu yang belum pernah dia rasakan, seperti diputar ulang, sebentar terasa gelap lalu terang lagi oleh mimpi-mimpi yang berulang kali didapatkannya. Dayu sendiri tidak sanggup melakukan apapun, kepala dan matanya seperti dikunci oleh para leluhur untuk tetap melihat ke sepasang mata yang setenang mata rajawali. Yang ada dalam pikirannya adalah kedamaian dan kegusaran akan cinta yang sebenarnya.

“Dayu, are you OK? Tanya Jenifer.

Dan telinga Dayu seperti ditutupi oleh nasib yang akan segera mengarahkannya ke babak petualangan yang baru.

Lalu tiba-tiba sekilat cahaya menampar pikiran Arya, dan dia tersadar, lalu dia meneruskan berjalan menuju ke tempat parkir dan menaiki sepedanya.

“Hey Dayu, wake up! Seru Jenifer sambil mengguncangkan lengan Dayu. Dan Arya tetap sibuk dengan kameranya mengambil momen wajah Dayu yang menurutnya sangat polos.

“Dayu, akan kulukis sebuah lukisan luar biasa dengan ekspresi wajahmu yang polos seperti itu” kata Arya sambil tertawa.

“Arya, letakan kameramu, it’s something wrong with Dayu”

“I’m OK Jeni” kata Dayu lemah

“Tidak, kau berdiam seperti patung tanpa ekspresi seperti melihat sesuatu yang menyuruhmu diam, laki-laki itu pasti punya kekuatan aneh sampai bisa membuatmu seperti itu”

“Tidak Jeni, dia seperti sudah lama mencariku”

“Dayu, berhentilah bicara tahayul seperti itu”

“Tidak Jeni, aku belum pernah merasa seperti ini, dan aku merasa ini jalanku”

“Sudahlah, kalaian berdua tidak perlu ribut seperti itu, Dayu, bila dia adalah jalanmu maka Sang Hyang Widhi pasti akan mempertemukanmu”

“OK, ayo kita mulai makan, nasi goreng yang dingin tidak ada enaknya”

Dan merekapun mulai makan, tapi pikiran wajah laki-laki tadi tetap berada dipikirannya, dan dia mulai ingat bahwa dia pernah bertemu dengan laki-laki itu, tapi entah dimana, dia telah bebicara terhadap ratusan orang 2 minggu terakhir ini dan bertemu dengan ribuan orang selama beberapa bulan terakhir ini, dia merasa sangat sulit untuk mengingat dimana dia bertemu dengan laki-laki bermata damai itu.

Diakah gadis dalam mimpiku, pikir Wayan sambil terus mengayuh sepedanya menaiki jalan dari parkir menuju ke jalan raya, kalau betul itu dia, aku harus kembali, aku tidak mau kehilangan dia, tapi bagaimana caranya bicara terhadap dia. Rasa-rasanya dia pasti akan menganggapku gila bila aku menjelaskan kepadanya bahwa aku terus memimpikannya. Tapi bila aku tidak menemuinya sekarang, aku pasti akan kesulitan lagi menemukannya, karena Bali semakin padat, dan jaman sekarang pasti lebih sulit dibanding dulu ketika seorang pangeran bertemu dengan pasangan idamannya di hutan lalu membuat sayembara barang siapa dapat menemukan informasi tentang dimana pasangan idamannya tinggal.Aku harus kembali dan menemuinya! Tapi nanti apa yang harus aku bisarakan ke dia. Ah..persetan dengan apa yang nanti aku bicarakan, aku akan menemuinya, aku tidak mau kehilangan kesempatan in, siapa tahu memang dia gadis dalam mimpiku.

Kaki ini terasa begitu berat untuk dilangkahkan, ketiga orang itu Cuma 10 meter didepanku tapi minta ampun lama sekali waktu ini berjalan, dan berat sekali dadaku ini kubawa. Dua teman dari gadis dalam mimpiku itu mulai tertawa kecil sambil matanya melihat kearahku dan kearah gadis itu. Dan gadis itu Cuma, aku yakin dia pura-pura menundukan wajahnya, kadang dia mengangkat wajahnya dan matanya melirik kearahku. Aku menarik nafas panjang mengumpulkan semua kekuatanku.

“Hai, boleh aku ikut duduk disini?” kataku ke 3 orang itu “Namaku e..e..saya Yanto”

Lalu kami saling berkenalan dan aku mulai tahu bahwa gadis itu bernama Dayu, teman bulenya bernama Jenifer dan teman lelakinya bernama Arya.

“Kamu Yanto yang dulu pernah aku minta tolong untuk membantu saat aku demo di mall di denpasar ya?” Tanya Dayu yang mulai mendapatkan ingatannya.

“Yang kapan ya?” Tanya Yanto bingung dan gugup.

“Yang di mall siang hari kira-kira 3 minggu yang lalu, saya minta kamu untuk ambil bedak, ambil lotion, pegang handuk dan lainnya, masak lupa” rengek Dayu berharap Yanto tidak melupakannya.

“Oh ya..aku ingat, ingat sekarang, itu kamu ya..oh..” kata Yanto manggut-manggut, dan dia mulai mengerti sekarang mengapa waktu itu dia juga merasa pernah melihat gadis ini, ternyata memang ini gadis dalam mimpinya.

“Dari logatmu bicara, kamu dari jawa Yanto?” Tanya Arya

”Ya, aku lahir dan lama di Jawa, ibuku orang jawa ayahku orang Bali”

“Oh, lalu disini tinggal dimana?” Tanya Jenifer berbahasa Indonesia dengan logat bule.

“Aku tinggal di Sanur bersama pamanku”

“Dan sekarang sedang berlibur di Bedugul sendirian?” Tanya Dayu terdengar seperti menginterogasi.

“Ya, aku sedang bersepeda keliling pulau Bali, dan sekarang sedang menikmati Bedugul”

“Kamu sendirian keliling Bali naik sepeda?” seru Dayu agak berteriak karena kaget.

“Ya, memangnya kenapa? Banyak khan orang bule yang melakukan hal itu”

“Ya betul sekali, banyak orang bule yang melakukan dan jarang sekali orang Bali yang mau melakukan, makannya banyak buku tentang Bali yang ditulis orang bule” kata Arya.

Lalu pembicaraan mengalir tentang perjalananku berkeliling Bali, semua aku ceritakan kecuali tentang mimpiku tentang seorang tua dan gadis berambut panjang serta bergaun putih yang wajahnya mirip sekali dengan Dayu.

Dayu adalah gadis yang sangat menarik, saat bertanya matanya menari-nari memperlihatkan kecerdasan dan keingintahuannya yang besar. Sangat mandiri dan cenderung suka memerintah serta selalu ingin pertanyaannya dijawab terlebih dahulu. Kedua temannya terlihat sangat mengerti tentang hal itu, mereka selalu mengalah. Matanya bulat, khas mata orang Bali dan juga wajahnya yang bulat. Rambutnya yang hitam tebal siang itu diikat bandana warna merah bermotif bunga. Kaos putihnya jogger dengan tulisan “Muda behagia, tua kaya raya, mati masuk surga” dan celananya jeans biru tua ¾. Bagiku dia sempurna.

Satu jam tak terasa kami berbicara, dan kami saling menukar nomor handphone. Sang Hyang Widi terima kasih karena telah Kau pertemukan aku dengan gadis yang selalu hadir dalam mimpiku. Sepeda ini sangat ringan sekali rasanya, mungkin karena saking bahagianya hatiku menemukan bagian dari mimpiku. Dan kami berempat sepakat untuk bertemu lagi di Pura Jagat Natha alun-alun Denpasar saat bulan purnama minggu depan. Aku langsung memutuskan untuk pulang ke Sanur dua hari setelah pertemuan itu. Waktuku aku habiskan untuk terus menulis dan menyelesaikan blog ‘Bali masih sehat dan Bali akan sehat’

Rabu, 07 Mei 2008

Sepeda VS Kambing VS BBM yang mau naik!!!

Virus sepeda sudah mulai menjalar di keluarga kami, setelah terakhir beli sepeda yang berakhir dengan kesepakatan sepeda dipakai rame-rame alias gantian sesuai kenutuhan sosial dan jasmani masing-masing. Sampai akhirnya kita punya cukup uang untuk beli lagi sepeda MTB seperti Polygon Premier eh..malah mulai ada kabar BBM mau naik ‘mungkin’ 30-40% dalam waktu dekat. Akhirnya kami putuskan untuk menggunakan uang itu untuk hal yang lain dan tetap pada kondisi semua, pakai sepedanya gentian. Mungkin kita simpan uangnya buat jaga-jaga kalau pengeluaran bulanan nanti meledak sebagai efek dari kenaikan BBM seperti biasanya.

Dari hasil diskusi, ada dua pilihan dalam menggunakan uang itu, pertama ditabung, kedua dibelikan kambing!. Terus terang pilihan kedua ini lebih menarik bagi aku, karena memang sudah sejal setahun yang lalu aku ingin sekali punya kambing. Akhirnya kami berdua putuskan untuk menginvestasikan uang tersebut buat kandang kambing di halaman belakang rumah pak Petruk (tetangga didesa sebelah perumahan), intinya kami bekerja sama, kami uangnya, pak Petruk tempat dan memelihara kambing, dan nanti hasilnya dibagi dua sama rata. Kami semangat sekali dengan investasi baru kami ini, disamping murah, ada hasilnya nanti, kami juga bisa membantu orang lain mendapatkan pendapatan tambahan, dan kalau dibilang resikonya? Ya yang namanya usaha pasti lah ada resikonya.

Pagi tadi, rabu, 7 Mei 2008, jam 06.00 aku genjot sepedaku kerumah pak Petruk yang jaraknya Cuma kurang lebih 1 km, dekat sih, tapi jalan turn naiknya itu yang bikin ngos-ngosan, kalau digambarkan turun sekitar 200m kemudian naik 100m (kemiringan 25 derajat) kemudian belok dan naik lagi 100m (kemiringan 30 derajat) diteruskan dengan jalan naik sampai rumahnya. Aku harus duduk menstabilkan nafas sekitar 1 menit sebelum mengetuk pintu rumahnya yang masih ditutup. Lalu pak Petruk mengajak aku ke halaman belakang rumahnya dan….luar biasa ternyata tanpa menunggu ‘uang kandang’ dari aku dia sudah mulai membuat. Kandang sudah berdiri dengan 4 tiang utamanya yang dibeton, tinggal buat lantai, pagar panggung dan atapnya.

Kami sangat bahagia pagi ini, yang ingin kami sharingkan untuk para biker adalah, coba pikir sekali lagi sebelum meng’upgrade’ sepeda dengan peralatan high end yang mahal, kalau memungkinkan investasikan dulu uangnya, siapa tahu 6 sampai 12 bulan kedepan uang dari hasil investasi itu bisa buat upgrade sepeda dan kita masih punya kambing yang bisa beranak-pinak dan bisa punya pendapatan tambahan. Nggak harus kambing, banyak bisnis lain, terserah apa yang anda senangi. Tapi kalau anda duitnya sisa-sisa ya silakan saja upgrade itu sepeda he..he..he..

Semoga berguna.