Minggu, 01 November 2009
TRUK SAMPAH VS MOBIL DINAS PEJABAT
Hampir separo dari semua truk sampah yang aku pernah salip bak kayunya berlubang semuanya, ada yang kayunya kropos, ada yang sudah miring karena kelebihan beban. Yang pasti hamper semuanya meneteskan air disepanjang jalan yang dilewatinya sehingga aroma pagi menjadi semakin seru antara polusi dan bau busuk sampah basah. Aku Cuma berpikir mungkin pemerintah kehabisan dana untuk perbaikan sehingga harus menunggu anggaran tahun depan untuk memperbaikinya. Namun tiba-tiba terdengar kabar bahwa mobil dinas dari para pejabat tinggi diperbaharui! Ini gila!! Atau mungkin aku yang bodoh karena tak tahu tentang pembukuan dan anggaran. Katanya, ini semua sudah dianggarkan. Pertanyaannya adalah apa kalau sudah dianggarkan itu harus dihabiskan? Apa tidak bisa dialihkan barang sedikit untuk perbaiki atau untuk beli bak sampah yang sudah tak layak pakai itu.
Aku berdoa, semoga pemerintah lebih memperhatikan hal-hal kecil yang mengakibatkan hal besar bagi masyarakat. Bila mereka mau, mereka pasti bisa.
Senin, 10 Agustus 2009
15 MENIT YANG MENYEJUKAN
Terima kasih Tuhan, Kau kirimkan dia tuk menemaniku.
Semarang, 11 Agustus 09.
Senin, 16 Maret 2009
Dare to dream BIG!
Dena, dia anak kelas 1 SD yang belum pernah dengar/lihat seminar motivasi, namun telah memukul telak aku, ayahnya, agar lebih berani bermimpi! Thanks Den, and I love U & proud of U!
Rabu, 21 Januari 2009
Perubahan Rajawali
Di menjelang umur 40 tahunan rajwali mulai mengalami perubahan. Paruh yang biasanya runcing kedepan mulai membengkok kebawah, cakar yang keras dan tajam mulai memanjang dan lembek sehingga sulit mencengkeram mangsanya, bulu-bulu sayapnya mulai semakin panjang dan tebal sehingga dia tidak gesit lagi (kalau orang obesitas he..he..he..). Perubahan tersebut mengakibatkan turunnya kemampuannya untuk berburu. Sebagian dari rajawali tersebut memutuskan untuk menerima keadaan itu dan berakibat pada kelaparan lalu mati. Dan sebagian dari mereka memilih untuk terbang ke atas gunung atau bukit dan membuat sangkar disana. Di sangkar itu mereka memulai sebuah proses yang sangat luar biasa. Pertama mereka mematukan atau lebih tepatnya membenturkan paruhnya pada batu sampai akhirnya bagian yang melengkung itu hilang terkikis dan patah, tinggalah paruhnya yang runcing. Kemudian dia juga hantamkan cakarnya yang panjang dan lembek di bebatuan sampai kemudian memendek dan tumbuhlah cakar yang runcing lagi. Dia juga mencabuti bulu-bulu sayapnya yang menebal dan panjang. Proses itu cukup lama dan membuatnya menderita sampai berdarah-darah. Namun setelah melewati semuanya, rajawali akan terbang dan turun menjadi seekor rajawali yang perkasa dan gesit dan akan hidup selama 30 tahun lagi.
Proses seperti itu sebenarnya sering kita alami, untuk menjadi lebih pandai dan lebih baik kita harus belajar, untuk menjadi lebih hebat kita harus berlatih, untuk menjadi suskes kita harus meninggalkan kenyamanan-kenyamanan terlebih dahulu. Sebagian dari kita memutuskan untuk tidak mencobanya sama sekali dan menerima keadaan. Sebagian dari kita mencoba namun memutuskan untuk mundur, tidak bisa, tidak kuat, tidak ada waktu dan lain-lain. Tapi sebagian dari kita memutuskan untuk melalui proses menjadi baik dan tidak nyaman itu, terus belajar, terus berlatih, berdoa memohon kekuatan kepadaNya dan akhirnya mencapai tujuan atau cita-citanya.
Bagaimana dengan anda? Termasuk rajawali yang manakah anda? Pilihan ada di tangan anda. Tuhan beserta anda.
Sang Hyang Widhi, terima kasih atas segala yang Kau berikan dan akan Kau berikan untuku. Om Canti Canti Canti Om.
Minggu, 30 November 2008
DENA & OPTIMISME
Terus terang, aku baru saja belajar dari Dena bahwa apapun kondisi kita saat ini, kita harus tetap menjaga impian-impian yang kita punyai, seperti Dena yang terus menjaga impiannya untuk menjadi nomor 1 di kelasnya.
I love U Den!
Selasa, 28 Oktober 2008
Buka koleksi lama anda
Yang Deep Purple aku belum sempat melihatnya lagi, memang sebenarnya grup itu adalah lebih tepatnya heboh saat papi mamiku masih pacaran. Tapi bagiku orang-orang tua itu biarpun lebih santun dibanding Metalica, tapi tetap saja ‘ngerock’ dan fisik tua rapuh tidak tampak sedikitpun di wajah dan tubuhnya, yang terpancar adalah semangat yang luar biasa saat menyanyi dan bermain musik. Yang mana bisa membuat dirinya sendiri bersemangat, bergetar dan akhirnya menular pada mereka yang menonton. Aku jadi kangen dengan gaya jeans model cowboy dipadukan baju lengan panjang putih/hitam polos, dikeluarkan dan digulung lengannya. It’s so cool.
Makanya, bila anda merasa kurang bersemangat atau tidak bersemangat dengan hidup anda sekarang, coba buka koleksi CD, VCD atau kaset anda. Cari grup musik yang anda suka, cari yang LIVE!! Dan saran saya cari yang beatnya cepat, and it’s ROCK! Kalau anda nggak suka rock, ya….cari jalan agar anda suka karena ROCK NEVER DIE!! LET’S ROCK OUR LIVE! And REACH YOUR DREAM!
Minggu, 19 Oktober 2008
Apakah kita berkembang? Dan perlukah kita?
Sekarang, aku masih bekerja dan anaku sudah 3, Luhde kelas 3, Dena kelas 1 dan Nyoman TK kecil. Aku masih tidak begitu menyukai pendidikan formal, tapi sekarang aku suka sekali belajar, aku suka sekali membaca. Salah seorang atasanku pernah memintaku untuk kuliah lagi, dan aku memutuskan bahwa cara belajarku adalah tidak melalui bangku kuliah, aku memilih dengan cara membaca buku dan berdiskusi dengan orang yang ahli dalam bidang yang aku ingin ketahui.
Lalu timbul pertanyaan, apakah aku berkembang? Aku bisa jawab, ya! Ukurannya apa? Yang jelas caraku memandang masa depan berbeda dengan dulu, apa lagi? Cara mendidik anaku, membina hubungan dengan pasanganku, cara bekerjaku, caraku menghadapi dan menyelesaikan masalah berbeda dan berkembang dari tahun ke tahun. Biasanya setiap pergantian tahun dan saat berulang tahun aku suka melakukan kilas balik terhadap hidupku. Apa saja yang sudah aku capai, Apa saja yang belum aku capai dan apa saja yang sedang dalam progress. Begitu caraku menilai perkembanganku, kemudian aku membuat goal-goal baru, karena aku yakin bahwa hanya dengan memiliki goal yang jelas seseorang bisa berkembang.
Kemudian ada pertanyaan, apakah kita perlu berkembang? Sebelumnya harusnya pertanyaan yang muncul adalah, apakah kita ingin anak-anak kita berkembang? Atau apakah kita ingin staff-staff kita berkembang? Atau yang lebih umum apakah kita ingin orang-orang disekitar kita berkembang? Bila jawabannya ya, maka kita perlu sekali untuk berkembang. Karena cara yang paling mudah untuk membuat mereka yang disekitar kita berkembang adalah dengan membuat orang-orang tersebut melihat dengan jelas perkembangan kita, seperti kata pepatah “cara mendidik/memimpin paling mudah adalah dengan memberikan contoh”/Leading by example.
Insprirasi tulisan ini adalah istriku yang telah banyak memperlihatkan perkembangannya sehingga aku mau berkembang.
Senin, 13 Oktober 2008
Crtl – Z
Kita semua yang pakai komputer pasti sudah paham dengan istilah Crtl – Z yang artinya kita bisa kembali ke langkah sebelumnya bila kita membuat kesalahan. Aku Cuma membayangkan andai saja itu bisa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Sering sekali kita salah bicara, dan setelah omongan itu keluar dari mulut kita, baru kita menyadai bahwa kalimat tersebut tidak seharusnya keluar karena mungkin itu menyakiti orang yang kita ajak bicara, atau saat kita bernegosiasi omongan itu bisa merugikan kita. Atau mungkin kita bisa memiliki kemampuan seperti salah seorang karakter dalam serial Heroes yang nisa menghentikan waktu dalam sekejap dan memperbaikinya sehingga kejadian saat itu akibat buruknya tidak terlalu besar. Mungkin suatu saat bisa terjadi. Tapi yang saat ini mungkin terjadi adalah bagaimana kita bisa mengontrol apa yang akan keluar dari diri kita, baik itu berupa perkataan ataupun perbuatan, dan ini perlu usaha dan latihan. Beberapa usaha yang kita bisa lakukan antara lain adalah dengan belajar lebih banyak, seperti baca buku, belajar dari orang yang lebih baik, seminar tentang kepribadian, motivasi, dan yang penting lagi adalah mempraktekan apa yang sudah kita perlajari, jangan hanya meng”amini” apa yang kita pelajari. Jadi, mari kita berlatih untuk berpikir tentang apa akibat dari perkataan atau perbuatan kita sebelum meng”enter” keyboard dalam diri kita, sehingga yang keluar adalah hal yang kita inginkan untuk keluar, bukan asal “njeplak”, dan sekali lagi bahwa bila kita memasukan hal-hal yang positive terhadap diri kita melalui pembelajaran, pasti yang keluar dari diri kita juga hal yang positive, karena tubuh ini seperti sebuah komputer.
Kamis, 18 September 2008
MAMA! AKU DAPAT RANKING!
Lalu dia bercerita kalau ada temannya yang punya nilai 100 sebanyak 6 mata pelajaran, dan aku bertanya, “Dena pengen nggak punya nilai 100?” “ya pengen dong pak” jawabnya..oh..God..I’m so glad to hear that. Aku sangat bahagia karena anaku yang sangat ‘bahagia’ dengan ranking 30nya ternyata memiliki gol untuk mendapatkan nilai 100 yang banyak. Dan aku dan istriku kembali saling memandang dan tersenyum.
Kami mendukungmu Dena! And we are so proud of you! Kami juga percaya bahwa kamu bisa! Kamu bisa dapat nilai 100 yang banyak seperti kawanmu, bahkan kamu bisa lebih baik bila kamu mau!
“Anaku butuh dukungan dan penghargaan, dan aku akan berikan kepadanya”
Minggu, 07 September 2008
SEPATU PAKAI TALI

Banyak hal kecil dalam hidup aku lalui begitu saja, begitu juga terhadap permintaan Luhde untuk punya sepatu yang pakai tali, aku sering abaikan. Dalam pikiranku untuk anak seusia dia sepatu pakai tali adalah bikin riber, nggak praktis, dan bisa jadi salah satu penyebab dia telat masuk sekolah. Sampai akhirnya dia dapat bea siswa dari pabrik tempat aku kerja dan dia minta sebagian dari uangnya dibelikan sepatu. Karena itu uangnya, ya aku harus menyetujuinya.
Minggu siang kemarin kita jalan berdua beli sepatu, dan setelah masuk beberapa toko di Java mall, dia menjatuhkan pilihan sepatu tennis putih yang menurutku keren juga. Yang aku ingin share disini adalah wajahnya saat dia mencoba sepatu, saat dia berjalan mencobanya dan berlari ditempat untuk memastikan bahwa sepatu itu nyaman untuk dia. Sulit dilukiskan mungkin seperti pagi hari yang hangat dan matahari sangat terang, ada nyayian burung, suara ombak dan music Bob Marley. Bahagia!
Dan ternyata menalikan simpul tali sepatu juga bukan hal yang mudah untuk anak kita, aku mengajarinya di toko dan sampai dirumahpun dia memintaku lagi untuk mengajarinya, kita ngobrol dan cerita ngalor ngidul, katanya “bapak, dengan memakai sepatu ini aku merasa sudah seperti kelas satu SMP saja” sambil senyam senyum padahal sekarang ini dia baru kelas 3 SD. Oh…God..thank you for the great kids I have!... satu lagi sepatu yang pakai tali menurutku bisa untuk melatih anak kita menjadi orang yang lebih sabar, lebih telaten.
Semoga anak-anaku menjadi orang yang berguna.
Senin, 01 September 2008
PERRBEDAAN??? MARI KITA LUPAKAN SEMENTARA…..

Berita di koran Kompas pagi ini tentang badai Gustav di pantai teluk Amerika serikat sangat menginspirasi, bahwa pemimpin yang yang baik adalah pemimpin yang sanggup menomor duakan kepentingan pribadi atau golongannya demi kepentingan orang-orang yang dipimpinnya. Disitu disebutkan George Bush yang berasal dari partai Republik memutuskan untuk tidak menghadiri konvesi yang pasti sangat penting sekali dalam rangka meng’golkan’ temannya separtai John McCain untuk bisa menjadi presiden Amerika berikutnya dan meneruskan tongkat kepemimpinannya. Dan istrinya Laura Bush mengatakan “Saya tahu semua orang kecewa karena program utama konvensi batal dilaksanakan. Tapi, saya yakin, pembatalan itu bisa dimengerti karena semua pihak kini tengah memikirkan apa yang terjadi di Pantai Teluk,"
Secara pribadi saya lebih suka Obama, tapi kali ini saya angkat topi untuk George Bush dengan keputusan yang diambilnya. Dia sudah menunjukan bahwa dia adalah seorang pemimpin besar. Dan lebih hebat lagi George Bush, John McCain (Republik) dan Obama (Demokrat) untuk sementara melupakan apa yang namanya ‘persaingan’ dan bersama-sama focus ke permasalahan yang sedang dihadapi oleh negaranya.
Semoga para pemimpin dari banyak partai dinegara kita ini juga bisa saling bahu membahu untuk menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi oleh Negara tercinta ini. Dan aku punya keyakinan akan hal itu. Semoga.
Rabu, 27 Agustus 2008
Beautiful day

It was a beautiful day
Don’t let it get away
Beautiful day
Kutipan diatas adalah lirik dari lagu U2 yang judulnya beautiful day. Ya, memang beberapa minggu terakhir lagu itu menjadi lagu favoritku, saat jogging, saat b2w, atau saat apapun dimana aku punya kesempatan untuk dengerin lagu. Aku merasa saat denger lagu itu, aku menjadi sangat bersyukur atas hari-hari yang akan kulalui ataupun sudah kulalui. Will I have beautiful day today??? It’s up to you!!! Anda yang pilih! Anda mau jadikan hari ini hari yang terbaik untuk anda atau mungkin sebaliknya? Sekali lagi pilihan itu ada di tangan anda.
Aku belajar melakukan hal-hal yang simple tapi bisa membuatku bahagia, seperti mengatakan “simpan saja kembaliannya pak” kepada penjaga POM bensin, tersenyum pada orang disebelah kita di lampu merah, menyapa tukang ojek diujung gang dekat rumah, mengacungkan jempol tangan saat di klakson oleh sopir angkot, beliin staff di kantor cookies, dan banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan. Aku nggak ngerti teori bagaimana agar bisa bahagia, tapi yang kurasakan adalah ketika aku melakukan hal-hal yang simple tadi aku merasa sangat berbahagia, aku merasa….menjadi happiest person on earth…and I hope that all people as happy as I am.
Intinya, untuk bahagia, menurutku kita harus berikan kebahagiaan terlebih dulu buat orang lain so…let’s make people happy, how? It’s up to you guys! Because it’s a beautifull day…don’t let it get away……beautiful day…and kebahagiaan itu akan kembali untuk kita..dengan segala kelimpahannya.
Selasa, 05 Agustus 2008
Happiness is only real when shared
‘Happiness is only real when shared’ kalimat itulah yang ditulis oleh Chris McCanless saat dia sekarat menunggu kematian karena kelaparan dan salah makan di sebuah hutan dalam petualangannya. Dia bukan gelandangan biarpun mungkin terlihat seperti gelandangan. Uang yang seharusnya untuk beaya sekolah di Harvard university disumbangkannya ke badan amal dan dia berpetualang!! Gila!! Ya memang gila, tapi cerita itu sangat menginspirasiku. Cuilan cerita itu aku baca dari majalah U-mag edisi 2 atau 3 bulan yang lalu. Lalu cerita tentang petualangan 2 bintang film Ian Mcgregor kalau nggak salah dan yang satunya aku lupa, berkeliling dunia dengan mengendarai sepeda motor BMW, dengan didampingi tim yang luar biasa dari mulai ahli survival, off road, kesehatan serta diplomat.
Ketiga orang itu sama gilanya, bedanya adalah Chris merelakan uangnya begitu saja sehingga saat berkelana dia miskin secara material, namun Ian dan temannya menggunakan uangnya yang berlimpah untuk kegilaannya. Mereka sama-sama mencari kepuasan.
Aku sendiri baru melakukan yang kecil-kecil seperti bersepeda dari desa ke desa di daerah semarang atas dan kadang ke timur. Juga mendaki gunung ungaran yang dekat karena Cuma 1 jam perjalanan dari rumah. Tapi intinya sama mencari kepuasan, mengisi kembali batin yang kososng karena sumpek dengan rutinitas kota. Aku beruntung istri dan ketiga anaku memperbolehkan aku untuk memuaskan keinginanku untuk bersepeda, mendaki dan lainnya. Dari matanya mereka bahagia saat memberiku ijin untuk berpergian. Ya, ‘Happiness is only real when shared’ itu memang benar, apapun yang anda bagikan baik itu bentuknya uang, ijin, kerelaan, makanan, waktu, mau mendengar dan lainnya itu rasanya sangat melegakan hati. Atau sekedar pergi ke desa dan berbicara dengan petani di ladang sambil minum dan beristirahat bersama, itupun sangat melegakan hati. Jadi, kebahagiaan itu ada dimanapun saat kita mau berbagi.
Senin, 14 Juli 2008
Koin dan ciuman
“Another great morning!” pagi ini anaku luhde masih yang paling pagi bangunnya, jam 4! Dan langsung nonton MTV. Dia baru kelas 3 SD tapi nontonnya sudah MTV. Aku, bapaknya nonton MTV baru setelah kerja di hotel atau sekitar umur 21th. Itu adalah salah satu perbedaan antara aku dan anaku, dan akibatnya adalah kita sering nggak klop dalam menyikapi suatu masalah dan kita harus mencari jalan keluar yang seimbang, dan seperti biasa kita orang tua selalu merasa sok tahu dan sedikit mengkamuflasekan pemaksaan pendapat.
Namun Nyoman pagi ini telah mengajari aku sesuatu, setelah Yosie mengantar Luhde dan Dena. Aku punya kesempatan bermain dengan Nyoman yang masuk sekolahnya lebih siang. Nyoman memintaku untuk memutar uang koin, dan seperti biasa aku tidak mau melakukannya cuma-cuma, aku minta dibayar dengan ciuman mesranya. Mmuah….dan aku putar koinnya lalu koin itu diinjaknya, dan mmuah….bapak sudah tak cium sekarang putar koinnya untuk aku, aku melihat mata cerianya…ayo bapak, khan aku sudah cium bapak, sekarang putar koinnya untuk aku. Dan…..seperti biasa aku langsung peluk dia dan aku putarkan koinnya, dan terus berulang sampai tiga kali.
Apa pelajaran dari Nyoman untuku pagi itu? Nyoman sudah berani membayar untuk sesuatu kesenangan yang dia inginkan, dan dia sangat yakin bahwa setelah dia bayar dia pasti akan mendapatkannya. Nah dalam hidupku sering sekali aku ingingnya bayar sesedikit mungkin untuk sesuatu yang sebanyak mungkin. Lewat barter ciuman dengan putaran koin Nyoman sudah membeli pelajaran bahwa untuk sesuatu yang lebih ya kita harus bayar lebih. Dan satu lagi, saat Nyoman menciumku dia menciumku dengan semangat dan aku bisa merasakan ketulusannya, karena dia baru berumur 4th dan belum mengenal banyak intrik, dia masih polos.
Kalau Nyoman yang berumur 4th bisa semangat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, bagaimana dengan kita yang lebih tua dan lebih tahu banyak tentang hal-hal yang baik dan menyenangkan dalam hidup ini. Let’s be positive & light up your fire!
Minggu, 25 Mei 2008
Masalah = Emasnya Allah
Kemarin hari minggu seorang sahabat dari Jakarta mengatakan kepada kami bahwa saat kita menemui masalah, seharusnya yang kita lakukan adalah bersyukur. Kalimat itu bagi kami sudah sering sekali kami dengar, kami sering praktekan dan juga sering kami lupakan, hanya saja sahabat kami kemarin mengatakan bahwa salah satu dari kepanjangan kata masalah adalah ‘emasnya Allah’, menarik! Seperti sekolah katanya, saat kita SD kita sering menggerutu saat mencongak, tambah-tambahan dan perkalian terasa susahnya minta ampun, namu saat kita lulus dan duduk dibangku kuliah atau mungkin sekarang kita sudah sama sekali tidak merasakan sulitnya tambah-tambahan dan perkalian. Artinya? Dulu kita tidak menyadari bahwa kita bakalan mendapatkan ‘emasnya’ pertambahan dan perkalian, baru sekarang kita menyadari bahwa kita memerlukan ‘masalah pertambahan dan perkalian’ itu untuk menjadi seseorang seperti kita sekarang ini, nggak bisa dibayangkan bagaimana kalau dulu kita dari masalah itu dan sampai sekarang kita tidak bisa pertambahan dan perkalian (jangan dibayangkan nanti stress he..he..he..)
Setelah sahabat kami selesai menjelaskan tentang emas Allah tersebut aku mulai berpikir, apakah aku berani merubah doaku, dari ‘jauhkanlah aku dari segala masalah’ menjadi berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi segala masalah agar aku menjadi lebih baik karena untuk menjadi lebih baik kita harus diasah, diasah dengan masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari. Dan aku memutuskan bahwa aku aku berani, karena aku mau menjadi manusia yang lebih baik setiap hari dan menyiapkan diri untuk belajar menghadapi masalah yang akan datang.
' Kebahagiaan di dalam Diri ! '
Ketenangan, kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian yang selama ini Anda dambakan, tidak dapat diperoleh dari luar. Anda harus meniti jalan ke dalam diri.
Dikutip dari “Seni Memberdaya Diri 1 Meditasi & Neo Zen Reiki hal 61”
Rabu, 07 Mei 2008
Sepeda VS Kambing VS BBM yang mau naik!!!
Virus sepeda sudah mulai menjalar di keluarga kami, setelah terakhir beli sepeda yang berakhir dengan kesepakatan sepeda dipakai rame-rame alias gantian sesuai kenutuhan sosial dan jasmani masing-masing. Sampai akhirnya kita punya cukup uang untuk beli lagi sepeda MTB seperti Polygon Premier eh..malah mulai ada kabar BBM mau naik ‘mungkin’ 30-40% dalam waktu dekat. Akhirnya kami putuskan untuk menggunakan uang itu untuk hal yang lain dan tetap pada kondisi semua, pakai sepedanya gentian. Mungkin kita simpan uangnya buat jaga-jaga kalau pengeluaran bulanan nanti meledak sebagai efek dari kenaikan BBM seperti biasanya.
Dari hasil diskusi, ada dua pilihan dalam menggunakan uang itu, pertama ditabung, kedua dibelikan kambing!. Terus terang pilihan kedua ini lebih menarik bagi aku, karena memang sudah sejal setahun yang lalu aku ingin sekali punya kambing. Akhirnya kami berdua putuskan untuk menginvestasikan uang tersebut buat kandang kambing di halaman belakang rumah pak Petruk (tetangga didesa sebelah perumahan), intinya kami bekerja sama, kami uangnya, pak Petruk tempat dan memelihara kambing, dan nanti hasilnya dibagi dua sama rata. Kami semangat sekali dengan investasi baru kami ini, disamping murah, ada hasilnya nanti, kami juga bisa membantu orang lain mendapatkan pendapatan tambahan, dan kalau dibilang resikonya? Ya yang namanya usaha pasti lah ada resikonya.
Pagi tadi, rabu, 7 Mei 2008, jam 06.00 aku genjot sepedaku kerumah pak Petruk yang jaraknya Cuma kurang lebih 1 km, dekat sih, tapi jalan turn naiknya itu yang bikin ngos-ngosan, kalau digambarkan turun sekitar 200m kemudian naik 100m (kemiringan 25 derajat) kemudian belok dan naik lagi 100m (kemiringan 30 derajat) diteruskan dengan jalan naik sampai rumahnya. Aku harus duduk menstabilkan nafas sekitar 1 menit sebelum mengetuk pintu rumahnya yang masih ditutup. Lalu pak Petruk mengajak aku ke halaman belakang rumahnya dan….luar biasa ternyata tanpa menunggu ‘uang kandang’ dari aku dia sudah mulai membuat. Kandang sudah berdiri dengan 4 tiang utamanya yang dibeton, tinggal buat lantai, pagar panggung dan atapnya.
Kami sangat bahagia pagi ini, yang ingin kami sharingkan untuk para biker adalah, coba pikir sekali lagi sebelum meng’upgrade’ sepeda dengan peralatan high end yang mahal, kalau memungkinkan investasikan dulu uangnya, siapa tahu 6 sampai 12 bulan kedepan uang dari hasil investasi itu bisa buat upgrade sepeda dan kita masih punya kambing yang bisa beranak-pinak dan bisa punya pendapatan tambahan. Nggak harus kambing, banyak bisnis lain, terserah apa yang anda senangi. Tapi kalau anda duitnya sisa-sisa ya silakan saja upgrade itu sepeda he..he..he..
Semoga berguna.
Senin, 21 April 2008
Akal sehat untuk bersyukur
Apa sebenarnya arti dari akal sehat, yang jelas pasti beda sekali dengan otak yang sehat. Otak yang sehat sifatnya lebih ke hal yang sifatnya klinis seperti aliran darahnya lancar karena rutin konsumsi salmon dan rajin berolah raga sehingga terhindar dari penyakit stroke. Sedangkan akal sehat sifatnya lebih kearah perilaku dan cara berpikir kita. Sekarang ini ada kecenderungan bahwa kita cenderung lebih mementingkan otak yang sehat ketimbang akal yang sehat, dan bahkan banyak yang tidak mementingkan kedua-duanya. Banyak orang yang tidak suka makanan yang ‘sehat’, tidak konsumsi vitamin apalagi berolah raga, dan juga banyak yang ‘lupa’ menggunakan akal sehat yang dimilkinya sejak lahir. Sudah dapat pekerjaan yang bagus, ada bonus (THR), bahkan ada yang dapat bonus 3 bulan sekali dan kalau sakit masuk rumah sakit dibayarin sama asuransi, masih saja mereka complain bahwa kehidupannya kurang baik, kantornya nggak fair dalam memperlakukan mereka. Apakah mereka yang complain itu sudah menggunakan akal sehatnya?
Siapa aku untuk menghakimi mereka?
Aku hanya punya keyakinan bahwa “Gusti ora nate sare” yang kalau di-Indonesiakan “Tuhan tidak pernah tidur”. Dia selalu menjaga kita dan menyediakan jalan yang benar untuk kita. Dan tugasku adalah untuk selalu berusaha bersyukur akan hal itu, setiap saat, setiap hari, setiap waktu. Saat bangun tidur aku bersyukur bahwa aku masih diberi waktu untuk memperbaiki hidupku, saat sampai di tempat kerja aku bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan untuk berkarya, saat pulang aku bersyukur bahwa aku masih diberi waktu untuk melakukan hal lain yang bisa berguna untuk masa depanku, saat sampai dirumah aku bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluargaku, dan besok paginya saat bangun aku juga bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersepeda atau jogging di pagi hari agar tubuhku sehat dan masih sangat banyak lagi hal-hal besar ataupun kecil yang kita bisa syukuri. Aku nggak ngerti apakah aku akan masuk surga? Yang aku tahu bahwa dengan bersyukur aku pasti akan mendapatkan hidup yang lebih baik, karena saat kita bisa menikmati dan mensyukuri apa yang kita dapatkan sekarang, maka Tuhan akan memberikan hal lain untuk kita syukuri. So…let’s always use our ‘akal sehat’ agar kita selalu bisa mensyukuri kehidupan ini. Have a nice day!
Minggu, 06 April 2008
Ikhlas
Ditulis oleh istriku tercinta, Senin 7 April 2008
Ayat – Ayat Cinta yang menghebohkan, membuat aku memutuskan untuk menontonnya. Sebelumnya aku bimbang, baca novelnya atau nonton ya.. Setelah membaca beberapa referensi tentang novel, penulis dan sutradaranya, akhirnya aku putuskan menonton di Bioskop 21 di pusat kota Semarang. Aku minta ijin suami untuk mengajak anak. Dia belum genap 8 tahun, tapi menurut kami dia pantas menonton film tersebut karena kami pikir secara logika dia bisa mengerti pesan yang ada. Jalan berdua dengan dia sore itu, sangatlah menyenangkan. Karena selama ini kami selalu jalan bareng2, alias 1 paket, aku suami dan 3 anak... fuihhh...lebih seru sih, tp kali ini berkesan banget. Apalagi bagi anakku, pertama kalinya dia akan masuk ke bioskop! Sepanjang perjalanan, dia sudah heboh, membayangkan didalam bioskop itu seperti apa, bukan filmnya bo!
Setelah membeli tiket, kami mampir toko optik untuk memeriksakan matanya. Aku sdh curiga waktu dia membaca kamus bahasa inggris, terlalu dekat dan ternyata betul, mata dia minus 0.5! Selesai membayar DP untuk pembelian kaca mata, kami makan malam, pilihan dia ya, fried chicken tentunya...makanan junk food penuh dengan lemak dan kolesterol bagi emaknya!
Jam menunjukkan 18.15, pintu theater sudah dibuka, kami masuk kedalam. Anakkku senguin berat, terus aja bicara, koq gelap ya, ma! Koq kursinya gak bisa buat tiduran ya? Sementara Extra film diputar, judulnya Tali Pocong Perawan..hi...hi..ngeri juga bacanya, eh..tp dia justru terpingkal2 liat mamanya ketakutan dan terkaget2
Film Ayat - Ayat Cinta cukup bagus, ada konflik ada persahabatan ada cinta ada banyak yang dapat aku pelajarin. Dipertengahan film mulai air mata keluar tanpa pamit, penonton terbawa emosi dan larut dalam emosinya.
Pelajaran yang dapat aku ambil dari film tersebut adalah suatu keihlasan. Ikhlas untuk membagi cinta suami kepada orang lain. Tapi meskipun cuman terdiri dari 6 huruf, untuk memenerapkannya tak semudah kita mengucapkannya. Bagaimana kita ikhlas untuk berbagi cinta? Bagaimana kita dengan ikhlas kehilangan orang yang kita cintai, sesuatu yang kita sayangi, melepaskan sesuatu yang telah menjadi darah daging kita.
18 February 1998, Bapak meninggal, awalnya aku sedih sekali, karena Bapak meninggal 1 minggu sebelum hari ultahnya, dimana Bapak minta hadiah yang sudah disanpaikan. Berbulan2 aku tidak bisa menerimanya, apalagi Mama. Bulan demi bulan, Mama terlihat semakin tua, meskipun Mama bilang kalo Mama sudah mengikhlaskan kepergian Bapak, tapi aku nggak yakin. 2, 5 tahun setelah itu, Mama terlihat lebih sumringah, rambut dipotong pendek model bob, ditoning hitam, Mama terlihat cantik sekali, lebih muda mungkin karena Mama sudah bisa ikhlas dengan kepergian Bapak. Namun, aku hanya bisa menikmati keceriaan Mama sesaat, 2 tahun 8 bulan setelah kepergian Bapak, 2 Oktober 2000, Mama menyusul. Sekali lagi aku harus mengikhlaskan kepergian orang yang dekat denganku.
Tahun 1997, aku kehilangan sepeda motor, padahal baru satu bulan aku menerima BPKB, karena motorku baru lunas setelah 2 tahun nyicil. Marah, benci, kecewa.. semua jadi satu. Setelah 1 tahun pontang panting mencari di beberapa polsek/polres, aku baru bisa mengikhlaskan dengan menjual BPKB dan STNK. Setelah itu plong...kita ihlaskan saja,nggak mungkin kembali barangnya tapi mungkin akan diganti oleh Tuhan yang lebih baik
Ikhlas, kapan terakhir kita mengikhlaskan sesuatu? Seorang pimpinan yang korup, sebaiknya mengembalikan yang bukan haknya dengan ikhlas, sebelum diseret kepengadilan. Seorang wanita yang mencintai suami orang, sebaiknya secara ikhlas mulai mengundurkan diri dan merelakan bahwa dia adalah milik keluarganya, istri dan anak2nya. Seorang yang mencintai masa lalunya, sebaiknya sudah mulai melupakan dan merelakan bahwa masa lalu adalah kenangan dan tak mungkin kembali, kecuali kita punya jam waktu yang bisa dimundurkan.
Ikhlas, mari kita belajar untuk bisa mengikhlaskan apa yang sudah pergi, apa yang sudah hilang, apa yang bukan milik kita. Insya Allah, Tuhan akan menggantikannya yang lebih baik. Amien.
Rabu, 02 April 2008
Arjuna atau Sri Rama
Sebagai seorang pria dewasa yang sudah beristri seringkali dihadapkan pada godaan untuk ‘melihat’ wanita lain yang secara fisik ada lebihnya dari pasangan kita. Ada sebagian yang bilang “itu alami bro!..” kita diberi mata oleh Tuhan untuk menikmati hal-hal yang indah-indah, salah satunya ya wanita wanita cantik itu. Ada juga yang langsung mengalihkan ke pemandangan yang lain karena sadar bahwa menurut ajaran keyakinanny wanita itu bukan muhrimnya bahkan berjabat tanganpun dia tak mau. Lalu bagaimana menyikapi hal itu? Mana sih keputusan yang benar?
Dari pembicaraan kecil tadi malam bersama seorang sahabat yang saya anggap sebagai salah satu guru. Akhirnya pilihan itu menjadi sangat sederhana. Katanya “kamu tinggal memilih, mau menjadi seperti Arjuna atau seperti Sri Rama? Aku semakin bingung, karena menurutku kedua lakon pewayangan tersebut sama-sama digjaya sakti mandraguna, sama gantengnya, sama lembutnya dan sama-sama titisan para Dewa.
“Aku bingung bang” kataku
Memang bukan pilihan yang mudah kalau kamu pakai otakmu untuk memilih, coba kau putuskan dengan hatimu. Saat melihat wanita yang bukan istri atau kita sebut saja hal duniawi apa yang dilakukan Arjuna?
“Dia kawini wanita itu Bang”
“Ya itulah Arjuna, dia memang baik, ganteng, lembut dan kesatria yang sakti, siapa sih wanita yang tidak kepencut bila melihat dia. Cuma problemnya dia masih belum bisa menguasai nafsunya yang satu itu”
“Lha kalu Arjuna yang titisan dewa saja tidak bisa, khan lumrah kalau manusia juga tidak bisa”
“Ya itulah manusia yang pengennya meng“amini” tindakan yang salah tapi enak dengan mengutip referensi kitab-kitab yang sebetulnya maksud dari ceritanya bukan untuk itu. Mahabaratha itu dulu ditulis agar kita manusia ini bisa belajar dari cerita yang luar biasa tersebut”
Aku mulai menganggukan kepala seperti biasanya saat sahabatku ‘Brewok’ nama aslinya Wanto mulai bicara serius seperti ini.
“Arjuna sadar akan kelemahannya terhadap hal-hal yang sifatnya dunia, makanya dia memutuskan untuk belajar kepada Sri Rama melalui Kresna yang kita kenal sebagai Bagawadgita, di situ dia baru sadar bahwa banyak hal yang menurut dia benar sehubungan dengan sepak terjangnya sebagai kesatria ternyata salah, dan dia memutuskan untuk nurut sama Sri Kresna”
Aku berpikir, lalu apa hubungannya antara Arjuna dan Sri Rama tentang menyikapi wanita?
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan” kata brewok yang membuatku kaget. “Sri Rama saat kehilangan permaisurinya Dewi Shinta dia mencarinya sampai keujung dunia, dia tidak mengalihkan cintanya kepada yang lain, bahkan menyeberang lautanpun dilakukan, bahkan melawan Rahwanapun dia lakukan. Itu semua karena cintanya pada Dewi Sinta”
Aku diam mencerna apa yang dikatakan oleh sahabatku yang jarang pakai baju ini.
“Dari hari kecilku yang paling dalam Bang, aku mau seperti Sri Rama, dan ya aku akan tetap mencitai istriku sampai kapanpun. Kalau nanti ada dewi-dewi yang lain yang telihat dihadapanku, aku pasti akan melihatnya, aku tidak mungkin tidak melihatnya dan aku akan tetap “eling” bahwa aku sudah memiliki dewi yang sudah memberikan cintanya untuk dan sudah pula kuberikan cintaku untuk dia. Dan kelak aku berharap keturunankupun akan memilih untuk tetap setia seperti Sri Rama atau Arjuna ‘setelah’ belajar dari Sri Kresna dalam Bagawadgita”
Brewok tersenyum melihatku, rambutnya yang acak-acakan, dan kumis serta brewoknya yang tidak beraturan tidak bisa menyembunyikan kelembutan hatinya.
“Aku pulang dulu Bang, terima kasih atas pencerahan malam ini”
Sebagian orang memilih untuk menjadi seperti Sri Rama, dan sebagian orang memilih untuk menjadi Arjuna. Apapun yang mereka pilih itu adalah hak mereka. Tapi sebelum memilih ada baiknya kita berpikir, bagaimana jika aku yang dijadikan suami yang kedua? Atau bahkan yang ketiga dan seterusnya. Pikirkan…..
Semarang, 2 April 2008
Minggu, 09 Maret 2008
Merayakan kematian
“Belajar mensyukuri kematian karena sebenarnya kematian adalah awal dari kelahiran kembali menuju kesempurnaan”
Apakah ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi setelah kita mati? Aku tak berani menjawab pertanyaan ini. Masing-masing keyakinan punya pandangan sendiri-sendiri tentang apa yang akan terjadi setelah kematian. Di Bali, upacara Ngaben bisa menghabiskan berjuta-juta uang atau bahkan bermilyar. Bayangkan saja untuk persiapan upacaranya saja mereka harus memasak untuk masyarakat yang membantu persiapan upacara dari membuat sesaji, wadah (rumah-rumahan yang akan diarak) dan lain sebagainya yang detailnya banyak sekali, dan memakan waktu berhari-hari untuk mempersiapkannya. Laksana mempersiapkan sebuah pesta yang besar bahkan lebih besar dari pesta saat penyambutan kelahiran.
Diceritakan bahwa dibalik kelahiran kembali atau biasa disebut reinkarnasi adalah kesempatan yang diberikan olehNya kepada manusia untuk memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik dari kelahiran yang satu ke kelahiran yang berikutnya sampai akhirnya mencapai “kesadaran” yang tinggi lalu moksa. Jadi sebenarnya saat kita mati adalah momentum yang tepat bagi kita untuk nantinya bisa menjadi manusia yang lebih baik. Di sebuah kitab tentang kematian di Tibet disebutkan bahwa sebenarnya kita bisa memilih untuk kelahiran kita yang berikutnya, namun itu hanya bisa terjadi bila kita memiliki kesadaran yang baik. Kesadaran yang baik bisa dicapai dengan salah satunya adalah meditasi.
Memang rasanya terdengar aneh saat mendapatkan ide untuk merayakan kematian. Saat pergi ke rumah kakek yang meninggal karena sakit paru-paru, istripun bilang “kau jangan macam-macam, dimanapun saat ada kematian disitu pasti ada kesedihan, tapi kamu malah mau merayakan” . Tapi menurutku ini penting sekali, karena bila kita sadar akan kematian, maka yang akan kita lakukan adalah perbaikan terus menerus terhadap diri kita. Mengapa? Karena kita perduli dengan kematian. Karena kita perduli, kita pasti akan mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya, baik dari segi perilaku kita dan lainya yang biasa disebut warisan. Warisan biasanya dikaitkan dengan harta, mungkin tidak ada salahnya menambahkan warisan berupa contoh-contoh dari kehidupan kita sehari-hari. Yang nantinya akan ditiru oleh anak cucu kita.
Kesimpulannya, mari kita belajar mempersiapkan kematian dengan melakukan hal-hal yang berguna, positif, dan mari belajar untuk tidak takut terhadap kematian melalui keheningan dan meditasi. Memang tidak mudah, tapi kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi??
