Rabu, 27 Agustus 2008

Beautiful day


It was a beautiful day
Don’t let it get away
Beautiful day

Kutipan diatas adalah lirik dari lagu U2 yang judulnya beautiful day. Ya, memang beberapa minggu terakhir lagu itu menjadi lagu favoritku, saat jogging, saat b2w, atau saat apapun dimana aku punya kesempatan untuk dengerin lagu. Aku merasa saat denger lagu itu, aku menjadi sangat bersyukur atas hari-hari yang akan kulalui ataupun sudah kulalui. Will I have beautiful day today??? It’s up to you!!! Anda yang pilih! Anda mau jadikan hari ini hari yang terbaik untuk anda atau mungkin sebaliknya? Sekali lagi pilihan itu ada di tangan anda.

Aku belajar melakukan hal-hal yang simple tapi bisa membuatku bahagia, seperti mengatakan “simpan saja kembaliannya pak” kepada penjaga POM bensin, tersenyum pada orang disebelah kita di lampu merah, menyapa tukang ojek diujung gang dekat rumah, mengacungkan jempol tangan saat di klakson oleh sopir angkot, beliin staff di kantor cookies, dan banyak hal menyenangkan yang bisa kita lakukan. Aku nggak ngerti teori bagaimana agar bisa bahagia, tapi yang kurasakan adalah ketika aku melakukan hal-hal yang simple tadi aku merasa sangat berbahagia, aku merasa….menjadi happiest person on earth…and I hope that all people as happy as I am.

Intinya, untuk bahagia, menurutku kita harus berikan kebahagiaan terlebih dulu buat orang lain so…let’s make people happy, how? It’s up to you guys! Because it’s a beautifull day…don’t let it get away……beautiful day…and kebahagiaan itu akan kembali untuk kita..dengan segala kelimpahannya.

Selasa, 19 Agustus 2008

Galungan, 20 Agustus 2008

Di Bali hari ini pasti libur, kami keturunan Bali yang di Semarang tentu saja masuk. Rasa kangen sedikit terobati karena kemarin Mami masak jukut nangka dengan babi plus sambal bali dan walhasil makan malam dan makan pagi tadi rasa Bali. SMS dan e-mail dari teman di Bali bikin iri karena mereka ngledekin kita yang nggak libur.

Pagi ini setelah mengantar Nyoman sekolah aku mampir untuk sembahyang di Pura Giri Natha. Mengucap syukur dan membayangkan apa sih makna Galungan untuk kami sekeluarga? Jawabannya adalah “melayani”, ya melayani…tidak seperti biasanya aku bangun pagi sekali, biasanya aku bangun sekitar pk. 5.30, tapi tadi pagi tumben banget aku bangun pk. 04.00, dan akupun lupa kalau hari ini Galungan. Dan langsung nyetel VCD motivasi eh…kadang sesuatu memang datang tepat pada waktunya, pembicara menyatakan bahwa solusi dari semuanya adalah cinta karena dengan cinta kita bisa melayani dengan ikhlas, nah dengan keikhlasan itu maka apa yang sudah kita berikan oleh alam semesta (baca “Tuhan”) akan dikembalikan kepada kita dalam jumlah yang lebih besar. Dan aku langsung bangkit menuju ke dapur untuk memanaskan jukut nangka yang diberi Mami tadi malam untuk Yosie dan anak-anak, serta bakso yang tadi malam belum habis, intinya aku siapkan makan pagi untuk keluargaku.

Rasanya memang nikmat sekali saat kita melayani dengan cinta….Sang Hyang Widhi..terima kasih karena selalu kauberikan aku apapun pada saat aku membutuhkan melalui apapun yang tidak pernah aku pikirkan. Yang aku perlukan hanya berusaha melakukan apapun dengan cinta…

Selamat hari raya Galungan dan Kuningan.

Semarang, 20 Agustus 2008.

Selasa, 05 Agustus 2008

Happiness is only real when shared

‘Happiness is only real when shared’ kalimat itulah yang ditulis oleh Chris McCanless saat dia sekarat menunggu kematian karena kelaparan dan salah makan di sebuah hutan dalam petualangannya. Dia bukan gelandangan biarpun mungkin terlihat seperti gelandangan. Uang yang seharusnya untuk beaya sekolah di Harvard university disumbangkannya ke badan amal dan dia berpetualang!! Gila!! Ya memang gila, tapi cerita itu sangat menginspirasiku. Cuilan cerita itu aku baca dari majalah U-mag edisi 2 atau 3 bulan yang lalu. Lalu cerita tentang petualangan 2 bintang film Ian Mcgregor kalau nggak salah dan yang satunya aku lupa, berkeliling dunia dengan mengendarai sepeda motor BMW, dengan didampingi tim yang luar biasa dari mulai ahli survival, off road, kesehatan serta diplomat.

Ketiga orang itu sama gilanya, bedanya adalah Chris merelakan uangnya begitu saja sehingga saat berkelana dia miskin secara material, namun Ian dan temannya menggunakan uangnya yang berlimpah untuk kegilaannya. Mereka sama-sama mencari kepuasan.

Aku sendiri baru melakukan yang kecil-kecil seperti bersepeda dari desa ke desa di daerah semarang atas dan kadang ke timur. Juga mendaki gunung ungaran yang dekat karena Cuma 1 jam perjalanan dari rumah. Tapi intinya sama mencari kepuasan, mengisi kembali batin yang kososng karena sumpek dengan rutinitas kota. Aku beruntung istri dan ketiga anaku memperbolehkan aku untuk memuaskan keinginanku untuk bersepeda, mendaki dan lainnya. Dari matanya mereka bahagia saat memberiku ijin untuk berpergian. Ya, ‘Happiness is only real when shared’ itu memang benar, apapun yang anda bagikan baik itu bentuknya uang, ijin, kerelaan, makanan, waktu, mau mendengar dan lainnya itu rasanya sangat melegakan hati. Atau sekedar pergi ke desa dan berbicara dengan petani di ladang sambil minum dan beristirahat bersama, itupun sangat melegakan hati. Jadi, kebahagiaan itu ada dimanapun saat kita mau berbagi.

Kamis, 31 Juli 2008

Di Candi Cetho

Ada saat dimana suara tak terdengar

Tapi aku bisa marasakannya

Dan aku bisa menjawabnya

Semakin aku berusaha untuk mendengar dengan kupingku

Semakin terdengar suara itu oleh hatiku

Aku percaya sepenuhnya bahwa suara itu ada untuku

Biarpun tak terdengar oleh kupingku

Tapi terasa oleh hatiku

Dan terjawab juga oleh hatiku

Suara itu seperti orang tua

Mengayomi anaknya yang bimbang

Suara tak terdengar itu meruntuhkanku

Dan mengalirkan air mataku

Air mata itu melegakan hatiku

Membuat nyaman aku

Meluaskan aku dan aku menambah kepercayaanku kepadaNya

Terima kasih Sang Hyang Widhi

Atas semua yang kurasakan

Candi Cetho, 30 agustus 2008

Senin, 14 Juli 2008

Koin dan ciuman

“Another great morning!” pagi ini anaku luhde masih yang paling pagi bangunnya, jam 4! Dan langsung nonton MTV. Dia baru kelas 3 SD tapi nontonnya sudah MTV. Aku, bapaknya nonton MTV baru setelah kerja di hotel atau sekitar umur 21th. Itu adalah salah satu perbedaan antara aku dan anaku, dan akibatnya adalah kita sering nggak klop dalam menyikapi suatu masalah dan kita harus mencari jalan keluar yang seimbang, dan seperti biasa kita orang tua selalu merasa sok tahu dan sedikit mengkamuflasekan pemaksaan pendapat.

Namun Nyoman pagi ini telah mengajari aku sesuatu, setelah Yosie mengantar Luhde dan Dena. Aku punya kesempatan bermain dengan Nyoman yang masuk sekolahnya lebih siang. Nyoman memintaku untuk memutar uang koin, dan seperti biasa aku tidak mau melakukannya cuma-cuma, aku minta dibayar dengan ciuman mesranya. Mmuah….dan aku putar koinnya lalu koin itu diinjaknya, dan mmuah….bapak sudah tak cium sekarang putar koinnya untuk aku, aku melihat mata cerianya…ayo bapak, khan aku sudah cium bapak, sekarang putar koinnya untuk aku. Dan…..seperti biasa aku langsung peluk dia dan aku putarkan koinnya, dan terus berulang sampai tiga kali.

Apa pelajaran dari Nyoman untuku pagi itu? Nyoman sudah berani membayar untuk sesuatu kesenangan yang dia inginkan, dan dia sangat yakin bahwa setelah dia bayar dia pasti akan mendapatkannya. Nah dalam hidupku sering sekali aku ingingnya bayar sesedikit mungkin untuk sesuatu yang sebanyak mungkin. Lewat barter ciuman dengan putaran koin Nyoman sudah membeli pelajaran bahwa untuk sesuatu yang lebih ya kita harus bayar lebih. Dan satu lagi, saat Nyoman menciumku dia menciumku dengan semangat dan aku bisa merasakan ketulusannya, karena dia baru berumur 4th dan belum mengenal banyak intrik, dia masih polos.

Kalau Nyoman yang berumur 4th bisa semangat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, bagaimana dengan kita yang lebih tua dan lebih tahu banyak tentang hal-hal yang baik dan menyenangkan dalam hidup ini. Let’s be positive & light up your fire!

Aku bangga dengan anak2ku

Hari pertama ke sekolah!!! Hari yang sangat luar biasa, Luhde bangun tanpa dibangunkan dan bahkan dia yang bangunin kita semua. Aku terbangun dan melirik jam didinding kamar..baru jam 05.15 pagi…males banget, tapi hati ini berontak melihat semangat Luhde dan Dena yang sudah mulai teriak-teriak diruang tamu mempersiapkan hari sekolah pertamanya. Sekarang Luhde kelas 3 SD, Dena kelas 1 SD dan Nyoman TK kecil (kalau Nyoman yang ngomong dia selalu mengekspresikan kecil dengan menyatukan jempol dan telunjuknya dan mimic rupa meyakinkan bahwa itu benar-benar kecil he..he..he…lucu sekali) dan dia masih tidur.

Luhde semangat itu hal yang biasa, tapi Dena semangat itu hal yang luar biasa. Mengapa? Karena waktu taman kanak-kanak dulu dia paling males banget sekolah dan belajar, tapi sekarang bahkan saat liburan dia sudah belajar membaca dan katanya dia sudah nggak sabar pengen segera masuk SD!!! Thanks God!!!

Setelah sarapan nasi telor sayur terik dan kering tempe, kita berangkat. Dena dan Luhde bonceng belakang. Sampai di SD Don Bosco, Dena terlihat kucel banget rambutnya, menurutku dia seharusnya dikuncir satu atau dua ke belakang biar rapi, Luhde langsung ceria bareng temanya dan Dena…she is taft!!! Tanpa malu dia berjalan kedalam sekolah, memang aku gandeng, tapi terlihat tidak ada rasa ragu sedikitpun! Setelah masuk kelas Dena dapat duduk di barisan nomor dua, karena dia memang maunya duduk depan!!! Nah..ini yang membuat aku banga, anak-anaku semuanya pengen duduk didepan nggak kayak bapaknya dulu maunya duduk belakang terus, tapi sekarang bapaknya sudah berubah, maunya depan terus juga, khan “leading by example!”.

Sang Hyang Widhi..terima kasih atas diberikannya anak-anak yang luar biasa, yang pemberani dan mau belajar. Ada kabar dari Yosie, katanya Nyoman juga berani, nggak nangis saat ditinggal…Om Canti Canti Canti Om.

Minggu, 22 Juni 2008

Tumpek Landep

Sabtu malam kemarin kita sekeluarga bersembahyang bersama di Pura Giri Natha, Semarang. Darma wacana yang dibawakan oleh Bp. Agung Darmaja selalu menjadikan bagian yang kami (aku & yosie) nantikan.

Ada hal baru yang sangat menarik, yaitu tentang makna dari hari Tumpek Landep. Pengertian kami yang kami dapat dari penjelasan saudara dan kawan selama ini adalah hari dimana kami mensucikan, dalam artian membersihkan barang-barang yang terbuat dari besi. Kalau jaman dulu benda tersebut adalah berupa benda/senjata tajam seperti pedang, keris, tombak dll. Dan kemudian berkembang ke mobil, sepeda, sepeda bermotor dll. Di dalam hati kami selama ini ritual yang kami lakukan adalah membersihkan sepeda motor, mobil dan sepeda, dan kemarinpun kami lupa. Kemudian menempatkan sesaji di kendaraan tersebut sebagai perlambang terima kasih atas segala sesuatu yang terjadi atasa bantuan dari kendaraan tersebut. Namun pak Agung menambahkan satu hal yang sangat ‘kena’ di hati kami. Bahwa menajamkan senjata dan membersihkan kendaraan saja tidak cukup!! Tapi kita juga harus menajamkan dan membersihkan hati kita!! Dengan bersembahyang, dengan selalu ‘eling’ saat dan sebelum mengendarai kendaraan. Saat sebelum berkendara kita berdoa atau mungkin saat berkendara kita menyenandungkan mantram Gayatri.

Sekali lagi kami disadarkan, bahwa hati kita perlu dijaga, perlu ditajamkan, perlu dilatih, perlu disirami dan perlu…banyak hal yang menjadikannya lebih baik.

Terima kasih Sang Hyang Widhi….