Dari senin sampai jumat hidung ini selalu saja terpolusi oleh bau menyengat yang berasal dari truk sampah yang sudah jauh didepanku, dan bila ingin terbebaskan, aku harus memacu sepeda motor agar bisa melewatinya.
Hampir separo dari semua truk sampah yang aku pernah salip bak kayunya berlubang semuanya, ada yang kayunya kropos, ada yang sudah miring karena kelebihan beban. Yang pasti hamper semuanya meneteskan air disepanjang jalan yang dilewatinya sehingga aroma pagi menjadi semakin seru antara polusi dan bau busuk sampah basah. Aku Cuma berpikir mungkin pemerintah kehabisan dana untuk perbaikan sehingga harus menunggu anggaran tahun depan untuk memperbaikinya. Namun tiba-tiba terdengar kabar bahwa mobil dinas dari para pejabat tinggi diperbaharui! Ini gila!! Atau mungkin aku yang bodoh karena tak tahu tentang pembukuan dan anggaran. Katanya, ini semua sudah dianggarkan. Pertanyaannya adalah apa kalau sudah dianggarkan itu harus dihabiskan? Apa tidak bisa dialihkan barang sedikit untuk perbaiki atau untuk beli bak sampah yang sudah tak layak pakai itu.
Aku berdoa, semoga pemerintah lebih memperhatikan hal-hal kecil yang mengakibatkan hal besar bagi masyarakat. Bila mereka mau, mereka pasti bisa.
Minggu, 01 November 2009
Kamis, 22 Oktober 2009
MAMI
Tadi pagi aku diciumnya
Bahagia sekali aku
Biasanya aku dicium saat ada sesuatu
Namun tadi, dia menciumku begitu saja
Aku bahagia
Karena aku sudah mulai mencium tangannya
Karena sudah mulai bisa mengangguk saat dia bicara
Karena sudah mulai bisa memberikan cucu yang bisa buat dia tertawa
Memang banyak impianku untuknya
Mungkin nanti tidak semua terjadi
Mungkin nanti hanya sebagian kecil terjadi
Aku bahagia, karena apapun yang terjadi adalah kehendakNya
Entah sudah berapa doa yang dia panjatkan untuku
Yang pasti, tak terhitung
Entah sudah berapa pujian yang dia ucapkan untuku
Yang pasti, tak teringat
Aku bersyukur dilahirkannya
Aku bersyukur dirawatnya
Aku bersyukur dicubitnya
Dan aku bersyukur diharapkannya.
Terima kasih Tuhan, atas Mami yang luar biasa untuku.
Bahagia sekali aku
Biasanya aku dicium saat ada sesuatu
Namun tadi, dia menciumku begitu saja
Aku bahagia
Karena aku sudah mulai mencium tangannya
Karena sudah mulai bisa mengangguk saat dia bicara
Karena sudah mulai bisa memberikan cucu yang bisa buat dia tertawa
Memang banyak impianku untuknya
Mungkin nanti tidak semua terjadi
Mungkin nanti hanya sebagian kecil terjadi
Aku bahagia, karena apapun yang terjadi adalah kehendakNya
Entah sudah berapa doa yang dia panjatkan untuku
Yang pasti, tak terhitung
Entah sudah berapa pujian yang dia ucapkan untuku
Yang pasti, tak teringat
Aku bersyukur dilahirkannya
Aku bersyukur dirawatnya
Aku bersyukur dicubitnya
Dan aku bersyukur diharapkannya.
Terima kasih Tuhan, atas Mami yang luar biasa untuku.
Senin, 19 Oktober 2009
MERASA LAGI
Aku mendengarnya lagi
Pakai telinga? Tidak! Dengan hatiku
Aku merasakannya lagi
Dan itu mengobati rinduku
Dan aku hanya bisa menangis,
Mengangguk dan berhenti sebentar tuk menengadah
Terima kasih, Kau berikan lagi berkat itu
Kau berikan lagi kasih dan damai itu
Ya, memang itu bukan hanya untuku
Tapi untuk kubagi
Karena aku hanyalah saluran
saluran untuk kebahagiaan
Pakai telinga? Tidak! Dengan hatiku
Aku merasakannya lagi
Dan itu mengobati rinduku
Dan aku hanya bisa menangis,
Mengangguk dan berhenti sebentar tuk menengadah
Terima kasih, Kau berikan lagi berkat itu
Kau berikan lagi kasih dan damai itu
Ya, memang itu bukan hanya untuku
Tapi untuk kubagi
Karena aku hanyalah saluran
saluran untuk kebahagiaan
Senin, 05 Oktober 2009
TAKUT
Rasa itu datang lagi
Perlahan, menggerogoti hatiku
Mempengaruhi otaku
Dan itu terjadi saat aku salah
Rasa itu perlahan menipis
Perlahan tergantikan percaya
Meringankan otaku
Dan itu terjadi saat aku mulai sadar
Hanya Dia, Cuma Dia
Tempat kita bersyukur, meminta
Hanya Dia, Cuma Dia
Yang bisa hapuskan takut
Hanya Dia yang bisa berikan kesadaran
Terima kasih Sang Hyang Widhi
Cetho, 4 oktober 09, pk. 19.30
Perlahan, menggerogoti hatiku
Mempengaruhi otaku
Dan itu terjadi saat aku salah
Rasa itu perlahan menipis
Perlahan tergantikan percaya
Meringankan otaku
Dan itu terjadi saat aku mulai sadar
Hanya Dia, Cuma Dia
Tempat kita bersyukur, meminta
Hanya Dia, Cuma Dia
Yang bisa hapuskan takut
Hanya Dia yang bisa berikan kesadaran
Terima kasih Sang Hyang Widhi
Cetho, 4 oktober 09, pk. 19.30
Kamis, 01 Oktober 2009
KUKUH
Dia selalu terlihat kukuh dimataku
Bahkan untuk menyentuhnyapun aku kaku
Kadang dia meliuk saat angin menerpa
Namun tetap saja bagiku dia kukuh
Dari sebrang dia terlihat lembut
Dengan daun yang bersenandung saat ber-angin
Ditelingaku senandung itu selalu terdengar merdu
Namun tetap saja bagiku dia kukuh
Waktu berjalan, dan umurpun menua
Saat ber-angin dia tetap meliuk dan bersenandung
Dan mulai aku melihat betapa lembutnya dia
Dan aku melihat betapa resah ada dibalik kukuhnya
Dan aku mulai merasa lebih berani dekat
Aku senang
Aku bahagia
Aku bersyukur karena belum terlambat
Bahkan untuk menyentuhnyapun aku kaku
Kadang dia meliuk saat angin menerpa
Namun tetap saja bagiku dia kukuh
Dari sebrang dia terlihat lembut
Dengan daun yang bersenandung saat ber-angin
Ditelingaku senandung itu selalu terdengar merdu
Namun tetap saja bagiku dia kukuh
Waktu berjalan, dan umurpun menua
Saat ber-angin dia tetap meliuk dan bersenandung
Dan mulai aku melihat betapa lembutnya dia
Dan aku melihat betapa resah ada dibalik kukuhnya
Dan aku mulai merasa lebih berani dekat
Aku senang
Aku bahagia
Aku bersyukur karena belum terlambat
Selasa, 29 September 2009
RINDU
Rasa itu datang lagi
Kata guru, aku dapat merasakanNya dimana saja
Kata guru, aku dapat berbicara denganNya kapan saja
Dan aku pun bicara, merasa
Tetap saja rasa itu datang
Dan sepertinya aku harus mencariNya
Kata guru, aku dapat menemuiNya dimana saja
Kata guru, aku dapat memanggilNya kapan saja
Namun, tetap saja rasa itu datang
Dan sepertinya aku harus segera menemuiNya
Aku akan menemuiNya dimana aku bisa
Dan aku merasa bisa menemuiNya
Aku akan sowan
Aku akan bicara
Aku akan mendengar
Dan aku akan merasa
Kata guru, aku dapat merasakanNya dimana saja
Kata guru, aku dapat berbicara denganNya kapan saja
Dan aku pun bicara, merasa
Tetap saja rasa itu datang
Dan sepertinya aku harus mencariNya
Kata guru, aku dapat menemuiNya dimana saja
Kata guru, aku dapat memanggilNya kapan saja
Namun, tetap saja rasa itu datang
Dan sepertinya aku harus segera menemuiNya
Aku akan menemuiNya dimana aku bisa
Dan aku merasa bisa menemuiNya
Aku akan sowan
Aku akan bicara
Aku akan mendengar
Dan aku akan merasa
Senin, 28 September 2009
JAUH
Lebih sering aku bersujud kepadaMu
Lebih sering aku menyebut namaMu
Lebih sering aku bercerita tentangMu
Lebih sering aku melihat kebesaranMu
Masih saja aku merasa jauh
Masih saja aku kurang percaya kepadaMu
Masih saja aku meragukanMu
Mungkin karena kerjaku tak sekeras dulu
Karena ikhtiarku tak sekeras dulu
Karena semua hanya diotak
Memang untuk dekat denganMu harus dengan kerja
Dengan laku!
Dengan kerja!
Dengan menjadikannya kenyataan!
Aku harus gunakan hatiku
Tuhan, aku mau dekat denganMu
Lebih sering aku menyebut namaMu
Lebih sering aku bercerita tentangMu
Lebih sering aku melihat kebesaranMu
Masih saja aku merasa jauh
Masih saja aku kurang percaya kepadaMu
Masih saja aku meragukanMu
Mungkin karena kerjaku tak sekeras dulu
Karena ikhtiarku tak sekeras dulu
Karena semua hanya diotak
Memang untuk dekat denganMu harus dengan kerja
Dengan laku!
Dengan kerja!
Dengan menjadikannya kenyataan!
Aku harus gunakan hatiku
Tuhan, aku mau dekat denganMu
Langganan:
Postingan (Atom)
